Presbiterian (Presbyterianism)
Sejarah dan pembentukan Presbiterianisme terkait dengan konteks sejarah berikut: bentuk kelembagaan Reformasi di Skotlandia abad ke-16. John Knox adalah tokoh kunci dalam pembentukan kelembagaan tersebut. Teologi Reformasi dan tata kelola gereja oleh dewan penatua yang dipilih.
Tautan agama
- Agama orang tua
- Protestantisme (Protestantism)
Profil agama
- Nama dalam bahasa aslinya
- Presbyterianism
- Simbol
- Tidak ada satu simbol resmi pun; tanda dan simbol tradisi ini bervariasi di berbagai komunitas dan cabang.
- mengetik
- Agama/Sekte
- Pendiri atau tokoh sentral
- John Knox adalah salah satu tokoh utama dalam pembentukan lembaga tersebut.
- Tanggal asal (konteks sejarah)
- Bentuk kelembagaan yang direformasi di Skotlandia abad ke-16
- Tanggal asal yang tepat
- Bentuk kelembagaan reformasi di Skotlandia abad keenam belas; Eropa, Skotlandia dan Edinburgh, Yerusalem dan Galilea; asal-usul polisentris.
- Tempat asal (benua)
- Eropa
- Tempat asal (negara)
- Skotlandia dan Edinburgh
- Tempat asal (kota)
- Yerusalem dan Galilea; asal usul polisentris.
- Asal sejarah
- Sejarah dan pembentukan Presbiterianisme terkait dengan konteks sejarah berikut: bentuk kelembagaan Reformasi di Skotlandia abad ke-16. John Knox adalah salah satu tokoh utama dalam pembentukan kelembagaan tersebut.
- Keyakinan inti
- Teologi Reformasi dan tata kelola gereja oleh dewan penatua yang dipilih.
- Tuhan atau dewa
- Allah Tritunggal
- Nabi atau tokoh suci
- Yesus dan Para Reformator Protestan
- Ritual dan praktik
- Khotbah, Baptisan, Perjamuan Tuhan, dan Doa
- Tempat ibadah
- Gereja lokal
- Hari dan acara penting
- Hari Minggu, Paskah, dan hari libur Kristen
- Aturan dan keputusan penting
- Alkitab dan Pengakuan Iman; Dewan Lokal dan Regional
- Distribusi geografis pengikut
- Komunitas Kristen di seluruh dunia; pusat-pusat utama di Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Asia.
- Bahasa agama
- Bahasa Arab, Yunani, Suriah, Latin, Armenia, Ge'ez, dan bahasa lokal masyarakat setempat.
- Pemimpin
- Dewan Pendeta dan Penatua, Majelis dan Dewan Umum
Memahami Presbiterianisme membutuhkan pemeriksaan tradisi keagamaan dengan sejarah dan pengalaman sosial yang spesifik. Sejarah dan pembentukan Presbiterianisme terkait dengan konteks historis berikut: bentuk kelembagaan Reformasi di Skotlandia abad ke-16. John Knox adalah tokoh kunci dalam pembentukan kelembagaan tersebut. Asal geografis dan tanggal dimulainya: bentuk kelembagaan Reformasi di Skotlandia abad ke-16. Lokasi: Eropa, Skotlandia dan Edinburgh; Yerusalem dan Galilea; asal polisentris. John Knox adalah tokoh kunci dalam pembentukan kelembagaan tersebut.
Kepercayaan dan Teologi. Teologi Reformasi dan tata kelola gereja oleh dewan penatua terpilih mengenai Tuhan atau realitas kudus, Allah Tritunggal. Deskripsi ini merupakan pengantar umum; sekolah dan jemaat mungkin memiliki rumusan yang berbeda.
Para santo dan ritual. Tokoh-tokoh penting dalam narasi tradisi ini meliputi: Yesus dan para Reformator Protestan. Praktik dan ritual umum: Khotbah, baptisan, Perjamuan Tuhan, dan doa. Tempat ibadah atau berkumpul: Gereja setempat.
Teks, etika, dan peristiwa. Sumber dan hukum penting: Alkitab dan pengakuan iman; dewan lokal dan regional; peristiwa dan hari keagamaan: Minggu, Paskah, dan perayaan Kristen; pemimpin atau lembaga keagamaan: pendeta dan presbiteri, majelis, dan dewan umum.
Luasnya cakupan dan keragaman internal. Pengikut dan komunitas tradisi ini hadir dalam komunitas Kristen di seluruh dunia; pusat-pusat utamanya berada di Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Asia. Bahasa liturgi atau teksnya meliputi bahasa Arab, Yunani, Suriah, Latin, Armenia, Ge'ez, dan bahasa lokal komunitas tersebut. Keragaman historis, lokal, dan intrareligius tidak boleh direduksi menjadi satu narasi tunggal.
Entri ini ditujukan untuk pengantar historis dan komparatif. Mengenai cabang-cabang, tanggal yang diperdebatkan, dan penamaan diri komunitas, pandangan para pengikut itu sendiri dan sumber-sumber khusus dari tradisi yang sama harus diperhitungkan. Jenis judul entri ini: Agama / Cabang.
Nama tradisi ini mungkin memiliki beberapa bentuk dalam berbagai bahasa dan periode. Nama lokal yang tercatat dalam berkas ini adalah "Presbyterianisme" dan judul Persia-nya adalah "پرسبیتری". Penggunaan nama-nama ini di dalam komunitas tidak selalu sama, dan terkadang nama eksternal, nama akademis, atau nama yang dipilih oleh para pengikutnya berbeda. Karena alasan ini, judul halaman ini adalah panduan pencarian dan identifikasi dan tidak dengan sendirinya menentukan batasan identitas semua pengikut.
Untuk memahami waktu asal usulnya, perlu dibedakan antara narasi keagamaan, sejarah kelembagaan, dan penanggalan ilmiah. Dalam hal ini, periode sejarah atau penjelasannya dicatat sebagai berikut: Bentuk Kelembagaan Reformasi di Skotlandia, abad ke-16. Tahun yang diberikan untuk garis waktu hanyalah indikasi perkiraan untuk pengurutan, dan jika sumber berbeda, teks deskriptif mendahului angka tersebut. Pembentukan banyak tradisi bersifat bertahap; oleh karena itu, tidak ada satu hari, kota, atau individu pun yang selalu dapat dianggap sebagai awal pasti dari semuanya.
Penyebaran pengetahuan keagamaan dalam tradisi ini dilakukan melalui teks, pengajaran, hafalan lisan, atau kombinasi dari ketiganya. Sumber dan aturan yang dikutip dalam informasi untuk entri ini meliputi: Alkitab dan pengakuan iman; dewan lokal dan regional. Bahasa yang terkait dengan studi dan liturgi meliputi bahasa Arab, Yunani, Suriah, Latin, Armenia, Ge'ez, dan bahasa lokal komunitas. Versi, terjemahan, dan komentar teks dapat bervariasi di berbagai periode dan komunitas; oleh karena itu, nama sebuah buku atau bahasa saja tidak menunjukkan bahwa semua penganutnya memiliki pemahaman atau metode studi yang sama.
Dalam kehidupan sehari-hari, ajaran dapat tercermin dalam doa, keluarga, pendidikan, hubungan sosial, dan keputusan moral. Bentuk-bentuk praktik keagamaan yang terkenal dalam hal ini adalah: khotbah, baptisan, Perjamuan Tuhan, dan doa. Beberapa praktik ini bersifat publik, sementara yang lain hanya dilakukan dalam keadaan, waktu, atau jemaat tertentu. Tingkat partisipasi para pengikut juga bervariasi: seseorang mungkin mempraktikkan ritual secara teratur, sementara yang lain mungkin lebih teridentifikasi dengan warisan budaya atau jemaat dari tradisi yang sama.
Tempat ibadah dan komunitas mewakili memori sejarah dan hubungan lokal dari setiap komunitas. Dalam tradisi ini, tempat-tempat yang diakui atau ruang ritual mencakup gereja setempat. Tidak semua ruang ini harus berupa bangunan kuil atau gereja formal; rumah, ruang terbuka, tempat suci lokal, dan situs alam juga dapat memainkan peran penting. Pentingnya dan aksesibilitas setiap tempat bergantung pada narasi dan norma lokal komunitas tersebut, dan satu contoh tidak boleh digeneralisasikan ke semua daerah.
Kalender keagamaan sering menghubungkan sejarah, alam, dan kehidupan masyarakat. Peristiwa yang tercatat dalam tradisi ini meliputi hari Minggu, Paskah, dan hari raya Kristen. Waktu dan cara perayaannya dapat bervariasi tergantung pada kalender lunar atau surya, wilayah geografis, cabang, dan tradisi keluarga. Beberapa hari dikaitkan dengan ibadah atau puasa, sementara yang lain merupakan kesempatan untuk berkumpul, memperingati, atau melakukan pelayanan masyarakat; makna setiap peristiwa harus dibaca dalam konteks tradisi dan komunitas tersebut.
Struktur kepemimpinan dan pengambilan keputusan keagamaan juga merupakan bagian dari identitas suatu tradisi. Dalam hal ini, peran yang diakui digambarkan sebagai berikut: pendeta dan dewan penatua, majelis dan dewan umum. Otoritas dapat didistribusikan di antara pemimpin lokal, guru, badan terpilih, keluarga keagamaan, atau teks-teks otoritatif. Dalam banyak agama, tidak ada satu organisasi pusat tunggal dan beberapa pusat otoritatif beroperasi secara bersamaan; oleh karena itu, gelar suatu otoritas atau lembaga tidak selalu berarti bahwa ia mewakili semua pengikut di seluruh dunia.
Jangkauan geografis suatu agama telah bervariasi baik secara historis maupun saat ini. Komunitas yang berafiliasi dengan Presbiterian hidup dalam komunitas Kristen di seluruh dunia; pusat-pusat utama berada di Afrika, Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Asia, dan bahasa Arab, Yunani, Suriah, Latin, Armenia, Ge'ez, dan bahasa lokal hadir dalam teks, pengajaran, atau percakapan sehari-hari di beberapa di antaranya. Migrasi, perdagangan, pendidikan, pergeseran batas politik, dan kontak antar generasi semuanya telah memengaruhi bentuk praktik keagamaan lokal. Akibatnya, pengalaman seorang pengikut di satu negara mungkin berbeda secara signifikan dari pengalaman pengikut tradisi yang sama di wilayah lain.
Klasifikasi entri ini adalah "Agama / Cabang" dan digunakan untuk tujuan katalogisasi. Label ini bukan penilaian tentang keaslian, nilai, atau keunggulan kelompok mana pun. Batasan antara agama, denominasi, gerakan, dan tradisi budaya tidak selalu jelas dalam penelitian dan identifikasi diri komunitas; terutama dalam tradisi yang memiliki banyak cabang atau bercampur dengan tradisi tetangga. Kolom-kolom di halaman ini menyediakan informasi dasar yang dapat dicari dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan narasi lokal atau percakapan dengan para pengikut.
Dalam meneliti kepercayaan suatu komunitas, seseorang juga harus mempertimbangkan perbedaan antara teks resmi dan praktik aktual masyarakat. Teologi Reformasi dan tata kelola gereja oleh dewan penatua terpilih. Pernyataan ini merupakan pengantar singkat; anggota keluarga, generasi, atau jemaat mungkin berbeda pendapat mengenai interpretasi, tingkat kepatuhan, atau prioritas nilai. Perbedaan tersebut merupakan fenomena normal dalam sejarah agama dan tidak boleh diartikan sebagai kontradiksi sederhana atau kurangnya identitas bersama. Untuk pemahaman yang lebih akurat, setiap klaim harus diukur berdasarkan sejarah, bahasa, dan konteks sosial komunitas tersebut.
Pendahuluan ini sengaja membedakan antara informasi yang relatif terdokumentasi dengan baik dan subjek dengan narasi yang berbeda. Bagian tentang pendiri atau tokoh sentral menyatakan: John Knox adalah tokoh utama dalam pembentukan lembaga ini. Jika suatu tradisi tidak memiliki pendiri tunggal, ini tidak berarti bahwa tradisi tersebut tidak penting; banyak agama muncul dari evolusi multi-generasi dan transmisi keluarga serta lokal. Selain itu, angka-angka dalam tabel sejarah digunakan untuk tujuan pengurutan dan tidak mengklaim untuk secara definitif membuktikan tanggal yang diperdebatkan.
Untuk melengkapi studi ini, seseorang dapat secara bersamaan merujuk pada tulisan-tulisan intrareligius, penelitian akademis, dan sejarah sosial, serta menilai perbedaan tujuan dari setiap sumber. Judul-judul yang relevan dengan teks dan ingatan komunitas ini dalam catatan saat ini meliputi: Alkitab dan pengakuan iman; dewan lokal dan regional. Bersamaan dengan itu, seseorang juga harus melihat narasi lisan, karya-karya sejarah, dan perspektif dari berbagai kelompok. Tidak ada ringkasan umum yang dapat mencakup semua pengalaman individu; halaman ini adalah titik awal untuk pemahaman, bukan pengganti sumber-sumber khusus atau kata-kata dari para pengikut itu sendiri.
Komentar Anda
Beri komentar tanpa mendaftar
Komentar Anda akan ditampilkan setelah persetujuan admin. Tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata kotor dan hinaan; Tampilan tanpa item ini akan disetujui. Nama dan gambar profil pilihan Anda dipublikasikan bersama dengan komentar; Metode komunikasi dan ID akun hanya tersedia untuk manajemen.